Rabu, 12 Desember 2012

[BOOK REVIEW] 1998 by RATNA INDRASWARI IBRAHIM

Cover 1998

Putri, anak Walikota Malang yang kuliah di Universitas Brawijaya, tak bisa menghindar dari arus demonstrasi mahasiswa. Kehidupan kampus yang tenang mendadak panas dengan munculnya beberapa mahasiswa membawa poster menuntut Suharto turun. Sebagai generasi a-politik, Putri merasa aneh melihat teman-teman kuliahnya kehilangan kejenakaan dan menjadi idealis. Salah seorang yang menarik perhatian Putri adalah Neno, aktifis kampus, yang sering demo bolak-balik Malang-Jakarta.Hubungan Putri dan Neno semakin dekat, namun dalam salah satu aksinya Neno dikabarkan hilang! Putri khawatir Neno termasuk daftar orang yang dihilangkan. Ia pun berupaya keras melacak keberadaan kekasihnya itu. Tak kunjung berhasil menemukan Neno, selulus kuliah Putri pun pindah ke Amerika Serikat untuk kuliah S2.Dalam sebuah chatting, kabar lengsernya Suharto terdengar oleh Putri. Suharto telah mundur pada 21 Mei 1998. Ia pun memutuskan kembali ke Malang dan menemukan kenyataan bahwa tak seorang pun mau bertanggung jawab atas penculikan mahasiswa. Kemelut politik telah reda, namun Neno yang tak pernah ditemukan menyisakan kemelut tersendiri di hati  Putri.Novel 1998 adalah karya terakhir Ratna Indraswari Ibrahim yang berpulang pada 28 Maret 2011. Tragedi orang hilang pada masa 1998 membuat Ratna mendokumentasikannya dalam bentuk novel. Novel ini bisa dikatakan sebuah tribute dari Ratna bagi perjuangan orang-orang yang akan selalu menolak untuk lupa atas tragedi yang disisakan oleh tahun 1998.


Sebelumnya ga pernah kepikiran buat baca buku karya penulis Indonesia dengan tema politik gimana mau masuk Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan ini. Bukannya gasuka atau gamau belajar, tetapi Saya baca buku itu kan untuk hiburan, lari dari realita yang menerpa kehidupan sehari-hari (halah). Yah tapi entah kenapa, akhirnya Saya mempertimbangkan untuk membeli 1998 karena (berdasarkan sinopsis yang) menceritakan tentang (well) percintaan mahasiswi dengan seorang aktifis, dan membahas pembungkaman perbedaan pendapat, demo besar-besaran untuk melengserkan pemerintahan saat itu dan isu yang menjadi rahasia publik, pelenyapan mahasiswa.
 
 
Copyright © Play the Book
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com